Inilah Perbedaan Sang Pemimpi Dengan Orang Sukses

Standard

Orang yang memiliki masa depan SUKSES tidak pernah berhenti pada sebatas BERMIMPI.
Mengimpikan suatu yang besar adalah syarat awal seseorang untuk bisa menjadi sukses, Namun Untuk bisa sukses butuh aksi nyata untuk mewujudkannya.

IMPIAN ibarat tujuan, dan untuk mencapai tujuan tersebut kita butuh kendaraan untuk mencapainya, Dan bahan bakar kendaraan tersebut adalah KERJA KERAS. tanpa adanya kerja keras, kendaraan kita tidak akan mau berjalan.

Dan ingat, Jangan berharap jalan yang kita lalui semulus jalanan tol beraspal. Jalan seperti itu hanya ada dalam impianmu. Jalan sesungguhnya sangat terjal dan berliku. Karena itu kita butuh STRATEGI untuk bisa melewatinya. Kita butuh keahlian dalam berbisnis. Jika kamu masih awal tidak perlu ragu untuk memulai. Jalankan saja mobilmu, sambil terus bertanya pada pengendara lain yang sudah lebih dulu lewat.Agar kamu tidak masuk pada lubang jalan yang pernah mereka lalui.

Dan tiap jalan pasti ada rambu-rambunya bukan?? Begitupun dengan dunia bisnis. Agama dan Budaya ibarat rambu-rambu yang perlu kamu patuhi, kamu tidak bisa seenaknya saja jalan. Ingat rambu-rambu di buat untuk menjaga pengguna jalan. Jika kamu mencoba melanggarnya, maka kematian bisnismu hanya tinggal menunggu waktu.

Lantas jika bahan bakar kita habis di tengah jalan gimana?? ya, Semangat seseorang memang naik turun. Kadang semangat kadang juga malas, apalagi jika kondisi bisnis tidak seperti yang di harapkan. Maka satu-satunya cara adalah kembali mengisi bahan bakarmu.

Kamu bisa dengan bergaul dengan pebisnis-pebisnis selainnya, minta saran, masukan, atau bahkan sekedar curhat. Pebisnis yang baik pastinya akan peduli dengan sesama pebisnis. Namun yang paling efektif untuk meningkatkan semangat menurut saya adalah kembali mengingat TUJUAN perjalanan ini. Semakin real kamu membayangkannya itu semakin bagus untuk mengisi kembali bahan bakarmu.

Jadi tunggu apalagi ??

MIMPIMU TIDAK AKAN TERWUJUD DENGAN SENDIRINYA, ACTION NOW !

Ini Penyebab Resolusimu GAGAL, Jangan sampai Resolusi 2015 Gagal Lagi

Standard

Akhir tahun nih, waktunya kembali mengingat Rencana di 2014 apa saja yang belum sukses. Lebih banyak mana yang berhasil atau yang GAGAL ?? jika lebih banyak yang gagal, maka coba deh kamu cermati 5 poin ini. Ini Penyebab Resolusimu GAGAL, Jangan sampai Resolusi 2015 Gagal Lagi. 

Resolusi 2015 jangan sampai gagal lagi ya ^_^

Kamu Hanya Ikut-ikutan


Dari tahun ke tahun, semua orang berlomba-lomba mengumpulkan resolusi yang akan dijalankan di tahun berikutnya. Resolusi seolah sudah jadi tren, apalagi di media sosial, semua orang membagikan apa saja resolusi untuk tahun depan, tanpa pernah memberi tahukan apa saja yang akan dilakukan untuk mencapai resolusinya. Kalau kamu hanya ikut-ikutan pamer resolusi di media sosial, pantas saja resolusimu selalu gagal.

Kamu Nggak Bertindak


Ketika kamu memiliki resolusi, kamu juga harus bertindak! Lakukanlah sesuatu, bekerja keraslah untuk menjadikan resolusimu itu nyata. Kalau resolusimu hanya dicatat di buku harian dan kamu hanya diam, pantas saja sudah akhir tahun pun kamu nggak berhasil mendapatkan apa yang kamu inginkan di resolusi tahun lalu. Resolusi tanpa tindakan itu percuma, Gladis!

Kamu Terlalu Muluk-muluk


Memang sih nggak ada yang nggak mungkin di dunia ini, dan kamu pun berhak menginginkan hal-hal apa sajah, bahkan yang bersifat mustahil sekalipun. Tapi kalau terlalu muluk-muluk, kamu malah kesulitan mendapatkan apa yang kamu inginkan. Kalau keinginan kamu sulit didapatkan dan kamu jadi semangat sih bagus, tapi kalau kamu malah jadi malas-malasan, ya lebih baik punya resolusi yang pasti-pasti aja deh!

Kamu Sendiri Nggak Yakin dengan Resolusimu


Kalau kamu masih bertanya-tanya mengenai apa yang sudah kamu catat dalam buku resolusimu, berarti kamu sendiri nggak yakin! Ya wajar saja kalau resolusimu selalu gagal karena kamu sendiri nggak benar-benar memikirkan tujuan-tujuan yang ingin kamu capai. Sebaiknya pikirkan terlebih dahulu apa yang ingin kamu kejar di tahun depan, punya 1 resolusi yang tercapai lebih baik daripada 1000 resolusi yang hanya jadi angan-angan dari tahun ke tahun.

Resolusimu Terlalu Banyak


Terlalu banyak resolusi bisa bikin kamu lupa! Tanpa resolusipun, hidupmu sudah dipenuhi berbagai aktivitas dan pikiran-pikiran yang bikin kamu pusing. Terlalu banyak resolusi juga akan bikin kamu malas mengejarnya karena kamu pasti lelah. So, pikirkan saja beberapa keinginan yang sangat-sangat ingin kamu wujudkan tahun depan.

Sumber : Lintas.Me

7 Mitos Yang Harus Di Hindari Calon Pengusaha

Standard
Ada banyak mitos tentang dunia usaha yang harus berhenti kamu percaya. Jika kamu terus terbuai dengan mitos-mitos di bawah ini, gawat sekali. Bisa-bisa kesuksesanmu di dunia usaha tertunda!

1. “Dengan membuka usaha sendiri kita jadi lebih bebas. Boleh kerja jam berapapun, tak harus repot bangun pagi buat ke kantor.”


Mungkin kamu pernah bersenandika seperti itu. Karena capek dan jenuh harus ngantor dari jam 8 pagi sampai larut malam, akhirnya kamu punya impian berwirausaha. Alasannya, kamu bisa memulai kerja jam berapapun. Padahal kalau itu motivasimu berwirausaha, kamu sedang menggali lubang kuburan sendiri!
Saat bekerja menjadi seorang wirausaha, justru kamu punya tantangan yang lebih besar untuk mendisiplinkan dirimu sendiri. Mungkin kamu nggak harus ngantor jam 8 pagi, tapi bangun siang dan malas-malasan bisa membuatmu kehilangan kesempatan mengembangkan usaha. Bangun pagi, dan tidur tepat waktu adalah kunci kedisiplinan yang bisa membuatmu menjadi orang sukses. 
Dengan disiplin bangun pagi, kamu bisa selalu memulai aktivitasmu dengan mood yang bagus. Banyak orang yang sudah sukses di dunia usaha menyadarinya, sehingga akhirnya membiasakan diri mereka untuk bangun di pagi hari. Bahkan ada lho yang bangun di subuh hari dan tak tidur lagi.
Para pengusaha sukses ini bangun pagi-pagi sekali untuk melakukan kegiatan positif, seperti berolahraga, merancang kegiatan, mencari peluang, dan menyiapkan pekerjaan. Kamu boleh saja bangun jam 10 siang, tapi jangan menyesal jika orang lain sudah mengambil kesempatanmu!

2.  “Jadi wirausahawan itu asyik karena nggak harus terikat office hours. Kita bisa kerja kapan saja, tergantung kebutuhannya.”


Sekilas, punya jam kerja yang fleksibel itu memang enak. Kamu bisa bebas melakukan pekerjaanmu kapan saja. Kamu nggak harus berangkat jam 9 dan pulang jam 5. Tapi sebenarnya, jam kerja yang fleksibel nggak selamanya menyenangkan. Cara kerja seperti ini bahkan bisa jauh lebih menantang ketimbang cara kerja karyawan.
Ingatlah ini: saat pekerja kantoran bisa pulang ke rumah di waktu yang telah ditentukan, seorang entrepreneur masih harus berhubungan dengan klien-kliennya kapan saja, termasuk saat weekend, termasuk saat liburan, termasuk dini hari dan larut malam.
Seringkali, bisa bekerja kapan saja itu berartiharus bekerja kapan saja.
Bahkan saat orang-orang bisa pergi berlibur dengan tenang di hari libur, seorang pengusaha masih harus terus mengontrol dan menangani bisnisnya. Jam kerja yang fleksibel bukan berarti kamu bisa bebas menyediakan waktu luang untuk bersenang-senang. Jam kerja yang fleksibel itu justru membuatmu harus siap bekerja kapan saja, jam berapa saja, hari apa saja, bahkan ketika liburan.

3. “Sebagai pemegang jabatan tertinggi, kita bisa menentukan sendiri mau dibawa kemana perusahaan ini. Segala kebijakan perusahaan akan tergantung pada keputusan kita.”

Memang benar, saat kamu bekerja membuka usaha sendiri, otomatis kamu adalah bosnya. Tapi satu hal yang harus kamu ingat: kamu tidak bekerja sendirian. Kamu butuh banyak orang untuk membuat usaha yang kamu jalankan itu sukses. Meskipun kamu berstatus bos, kamu masih punya pegawai, pelanggan, atau klien dan investor yang harus kamu pikirkan. Kamu harus mendengarkan aspirasi serta pendapat-pendapat mereka dan membuat mereka merasa dihargai.
Walau kamu bosnya, kamu tak akan pernah benar-benar bebas bertindak sesuka hatimu. Kesuksesanmu juga bergantung oleh mereka yang bekerja sama denganmu.

4. “Bayangkan betapa enaknya kalau bisa nggak kerja di kantor. Rumah sendiri memang selalu lebih nyaman.”

Kerja di rumah sendiri adalah keuntungan yang akan kamu dapatkan saat memutuskan untuk berwirausaha. Dengan bekerja di rumah, kamu bisa lebih bebas mengatur pola kerja, spot kerja, hingga cara berpakaianmu.
Tapi kerja di rumah nggak menjamin kamu bisa terbebas dari distraksi lho! Justru sebaliknya, kenyamanan yang ditawarkan oleh rumahmu justru bisa menjadi bumerang buatmu.
Ada banyak gangguan yang bisa menyerangmu ketika bekerja di rumah. Suara televisi yang gaduh, mertua yang tiba-tiba minta bantuan saat kamu sedang bekerja, bahkan hal sesederhana bantal dan tempat tidur. Gangguan-gangguan kecil itu bisa benar-benar membuat pola kerjamu berantakan, mengancam fokus dan moodbekerjamu.


5. “Kalau gagal, kamu tetap bisa banting setir buka usaha di bidang lain. Cari bidang yang lebih menguntungkan.”

Secara teori, kamu memang bisa banting setir. Pada nyatanya mengubah haluan bisnis itu nggak segampang membalikkan telapak tangan. Mengubah produk usaha yang kamu jual butuh perhitungan dan kejelian yang baik. Saat kamu mengubah haluan bisnismu, kamu harus memulai dari nol lagi, menarik modal baru dan mengembangkan basis pelanggan. Siapa bilang ini gampang?
Jangan mudah untuk tiba-tiba pindah mencari peruntungan lain jika usahamu mandek di jalan. Pengusaha yang sukses justru bisa berhasil karena ulet dan telaten. Fokus cari dimana kesalahanmu, lalu perbaikilah kesalahan itu. Ya, jika usahamu mandek, bisa jadi kesalahannya ada di strategi bisnismu sendiri — bukan karena bidangnya kurang menguntungkan atau kurang menjual.


6. “Usahaku akan sukses karena idenya yang baru. Belum ada yang kepikiran membuat usaha seperti ini sama sekali!”

Ide itu penting, tapi cuma modal ide aja nggak akan cukup membuatmu sukses! Sebagus apapun idemu, seunggul apapun produkmu dari pesaing-pesaingmu, kalau kamu nggak punya strategi marketing yang baik, semua itu bakal melempem nggak bersuara.
Sebagai seorang entrepreneur, kamu nggak cuma dituntut untuk bisa menciptakan ide dan produk yang baik saja, tapi kamu juga harus belajar tentang bagaimana cara memasarkannya. Kamu harus bisa membayangkan bagaimana cara supaya orang-orang bisa tahu, mengenal, kemudian menyukai produkmu. Saat kamu sudah mengambil keputusan mantap untuk jadi pengusaha, kamu harus mau belajar banyak hal. Jangan cuma fokus dengan ide produkmu aja.


7.  “Kalau harga produk jualanku lebih murah, produkku pasti bakal laris manis!”

Asumsi ini nggak selalu benar. Pelanggan memang selalu lebih tertarik dengan harga yang lebih terjangkau. Tapi untuk merealisasikan harga yang lebih terjangkau ini, ada beberapa hal yang mesti kamu korbankan. Mungkin produkmu jadi nggak seenak atau seawet produk pesain. Mungkin pembeli atau pelanggan harus puas dengan jumlah produk yang lebih sedikit. Mungkin mereka harus menunggu lebih lama sebelum produk itu sampai ke tangan mereka, karena kamu nggak sanggup membayar biaya pengiriman premium. Seringkali pelanggan akan berkenan, lho, membayar lebih mahal demi mendapat kenyamanan-kenyamanan tertentu.
Jangan lupa juga: jika kamu menjual produk dengan harga miring tanpa mendapat laba yang signifikan, strategi ini sama saja bunuh diri. Kamu nggak ada untung untuk menghidupi diri sendiri, juga nggak punya biaya untuk produksi lagi
Kamu bisa saja menjual produk dengan harga yang murah, tapi jangan sampai menurunkan kualitas produk-produk jualanmu. Mungkin orang akan tertarik dengan harga yang murah, tapi lama-lama orang akan meninggalkanmu karena mereka akan mencari produk yang lebih berkualitas.
Jika kamu tetap ingin menjual produk yang murah tapi  nggak murahan, cari dan eksplor bagaimana cara agar kamu bisa mendapatkannya. Yang terpenting kamu masih bisa mendapatkan keuntungan dari hasil jualanmu, dan nggak pakai nipu pelanggan-pelangganmu!

Itulah tadi beberapa kesalahan yang selama ini sering kita percaya tentang menjadi seorang wirausahawan. Setiap pekerjaan pasti punya tantangan dan risiko yang harus dihadapi. Menjadi wirasusahawan itu enak, tapi kamu juga butuh usaha yang keras. Setelah membaca artikel ini, apakah keyakinanmu terjun ke dunia usaha sudah semakin bulat? 

1001 Alasan Kenapa Kita Harus Action

Standard
Action Yuk
Action Yuk Logo
Jika hingga Saat ini anda masih mencari alasan untuk beraksi, atau jika anda masih memiliki 1000 alasan yang menghalangi anda untuk segera merealiasikan ide bisnis anda. Maka kamu beruntung.

Loh kok beruntung sih ??

ya iya, itu tandanya anda masih memfungsikan pikiran anda dan anda masih memiliki perasaan yang manusiawi ( artinya anda manusia normal ). Tapi ingat kawan, jika kamu ingin SUKSES, maka butuh lebih dari manusia normal. Kamu harus menjadi manusia di atas normal.

Kembali ke topik Action !!!

Jika kamu berharap saya akan menyajikan seribu alasan yang menyuru kamu untuk segerah beraksi.maka kamu salah besar. Saya hanya akan memberimu 1 (satu) alasan saja yang akan menjawab kenapa kamu harus segera beraksi. Saat ini juga.

Waktu tidak berhenti Selagi kamu terus menunda

Ingat kawan !! siapa yang mempunyai impian besar ? tentu jawabnya adalah kamu. Jika kamu benar-benar ingin meraih mimpi itu maka segera bangun dari tidurmu. Dan lakukan aksi nyata untuk wujudkan mimpimu. Atau kamu hanya akan hidup untuk mewujudkan mimpi-mimpi orang lain.

Coba km lihat kalender, berapa sih usia kamu saat ini ? masih terlalu mudah kah? atau terlalu tua ? beerapapun usiamu itu tidak penting, karena semakin kamu menunda maka kamu sudah membuang waktumu.

Perlu kamu ketahui, sukses itu seperti memiliki rumah baru, butuh Adaptasi dan banyak penyesuaian. Sebelum kamu benar-benar bisa menikmatinya.

Kamu tidak perlu takut dengan apa yang menurut kamu belum siap.Coba gunakan rasionalmu untuk menghitung bisnis yang hendak kamu jalankan.Dan tanpa terlalu banyak TAPI. Jika rasionalmu sudah mengatakan siap. Jangan ada lagi perasaan "tapi".

Ingat, Bisnis yang bagus adalah bisnis yang segera di jalankan, bukan bisnis yang terus menerus di tanyakan 

Mumpung belum keduluan orang lain, Action Yuk ^_^ , percayalah ide kamu itu sangat bagus



Tak Perlu Sukses Dulu untuk berbagi

Standard

Saya yakin kita semua suka berbagi ^_^

Bahkan tak sedikit sangat ingin berbagi, hingga ia bertanya pada dirinya sendiri apa yang sekiranya bisa di bagikan. Tapi dia bukan orang sukses, bukan orang kaya, bukan pula orang yang cerdas. Hingga ia merasa tak punya apa apa yang cukup berharga untuk di bagikan.

Jika anda berpikiran seperti itu maka anda tidak akan pernah berbagi. Tidak perlu menunggu kaya untuk berbagi materi, tidak perlu menunggu pintar untuk berbagi ilmu, dan tak perlu sukses untuk berbagi pengalaman.

Mulai lah dari niat yang tulus berbagi demi memberi manfaat kepada orang lain. Maka kamu akan mulai peka dengan kebutuhan mereka.

Saat ada saudaramu yang butuh bantuan, tapi kamu juga tak punya kemampuan membantu. Maka suarakanlah saudaramu itu ke saudara-saudaramu yang lainnya. Sapa tau ada yang bisa membantu. maka sesungguhnya kamu sudah membantu saudaramu tadi.

Ingatlah kawan, kita berbagi bukan untuk mengatakan pada dunia bahwa kita sudah berbagi. Tapi kita berbagi agar mereka yang membutuhkan bisa tersenyum bahagia. Tak peduli itu dari pemberian kita atau orang lain.

Jangan Menunggu Mampu Untuk Berbagi ^_^